Latest Entries »

TANPA SERAT, LUMER DI MULUT

Mangga Mahathir

Hadewww……bagi saya kampaye Capres kali ini jadi latihan untuk gaya penulisan saya agar lebih kaya warna. Panas, ugal2an dan keras! Namun bener kata om Roy AlBachri….lama2 ‘nek’ juga baca2 black campaignnya…….masak berita yang udah jelas bener kok dibolak-balik jadi gelap gitu…..hehhee. Apalagi baca analisa orang macam bang Napi yang mendadak terkenal….mau muntah rasanya…..aroma jahatnya krasa banget…..wkkwkkk. Tapi itu lah politik, meski begitu, ini bisa membuka wawasan saya akan persaingan dalam menciptakan krisis gaya mestakung. Luar biasa…..

Saya akhirnya ngerti jugak tentang siklus hidup sebuah produk bibit……katakan lah seperti mangga Mahathir ini……dengan rekor berat mencapai 4 Kg. Wooww….gede banget kan? Dimana di awal kemunculannya, bibitnya pernah membuat saya kelabakan……bukan cuma laris, tapi sangat laris. Bayangkan saya pernah jual bibitnya ukuran 1 m lebih dengan harga 1,5 Juta rupiah, bok. Tapi entah lah, tiba2 harganya turun anjlok tak terbendung……waktu itu saya pikir karna banyak yang ngobral bibitnya, ternyata saya salah. Turunnya akibat isu bahwa mangga Mahathir rasanya ‘masam’……woalah kok bisa??…..berkali2 saya nyobak menjelaskan, tapi sangat sulit…..terlanjur menyebar……..secepat virus kampaye hitam tadi…..

Bagaimana mungkin rasanya masam?……..dengan durasi kematangan yang lama…..mangga ini mampu mengumpulkan dalam tiap mili daging buahnya rasa manis yang dahsyat. Sehingga syarat makannya memang harus matang sempurna (terkadang kita nggak sabaran, main comot aja). Tapi tidak manis tok seperti Arumanis, Tuhan menambah kesegaran alami di dalam buah ajaib ini yaitu sedikit rasa masam dan warna daging buahnya yang orange menggoda. Hanya saja seperti pahitnya durian Musangking jugak…….rasa masamnya itu tersimpan di tengah sehingga langsung tertelan oleh gulungan ombak rasa manis tadi. Ya ampun… mak nyess….saking nikmatnya, besarnya buah jlas tidak menghalangi Anda untuk menghabiskan sendirian……qiiqiiii…..

Masak sampai segitunya sich?…..apa istimewanya? Mau tahu?……Sebenarnya ini rahasia yang saya simpan lama untuk melayani pembeli bibit langsung saya. Dulu saya menyatakan tersamar dalam diskripsi saya sebagai buah yang khusus untuk manula. Lho kok?….yah, karna daging buahnya begitu lembut…..hampir tanpa serat. Anda tak perlu mengunyahnya…..keren kan! Saat buah itu masuk ke mulut sampeyan, dan terasa manisnya muncrat….tak terasa, daging buahnya yang tebel banget tiba2 LUMER kayak coklat….meluncur…..langsung tertelan begitu saja. Tenggorokan Anda pun seperti dipenuhi cairan2 manis yang menyebar merata. Cleguk……Wuiihhhh…..membikin kita pingin makan terus dan terus…….jadi lapeeerrrr…

10508455_1436382979978496_1761957732_n

Pantesan ya, Tuhan menciptakan buah sebagai makanan spesial Surga…..jan uenak tenan ki!

MANGGA MAHACHANOK (MC)

MANGGA “PELANGI DNG RASA SURGAWI”

 

MC


Kesempurnaan sebuah mangga.
Ok, daripada bosen baca berita ontrang-ontrang politik terus…..ayo kita bahas aja mangga heboh yang masuk jajaran mangga terindah dan terenak di dunia ini.
Meski terus-terang – maaf – di sini pun dibahas jugak pertarungan yang makin sengit antara 3 negara papan atas antara Thailand, Malaysia dan Taiwan….hehhhee…..podo wae….yaitu untuk mendapatkan buah silangan exotis paling top, tentunya dengan tujuan export bener-bener tak terelakkan. Dan kita di sini masih tenang2 saja, bah! Dalam hal ini, para penyilang bener2 dimanjakan kerajaan/ negara masing2 dengan dana trilyunan sehingga mereka pun lepas landas mencari plasma nutfah di seluruh dunia. Bau pertarungan pun ada di mana-mana. Saya sampek pernah terbengong-bengong ketika seorang tukang tour & travel memborong bibit-bibit buah exotis saya tanpa nanya harganya. Baru setelah tahu dia adalah utusan dari salah satu dari 3 negara tersebut, langsung deh dengan semangat “nasionalisme” saya sembunyikan yang memang perlu disembunyikan…….hehhhee….menyelamatkan asset negara. Tapi betapa kecewanya saya saat mengantar orderan, mereka juga memborong banyak bibit dari pembibitan lain. Hadewww…..

Katakan lah untuk buah Mangga, mereka mengincar mangga dari tanah nenek moyangnya mangga seperti India dan Pakistan, atau jawaranya dulu dalam expor mangga seperti Phlilipina dengan mangga Carabaonya yang bisa dimakan bak pisang, juga negara dengan koleksi mangga yang luar biasa indah seperti Amerika dau Ausi. Kita terkadang nggak dilirik….hehhhee….wong mangga kita yang umumnya berwarna kulit hijau jelas sulit di ekspor…..lebih detail baca blog saya: http://www.bibitbuah.com/2010/11/green-is-sweet-mister.html

Dan mangga Mahachanok adalah pencapaian Thailand yang dahsyat. Diawali dengan kebanggaan akan buah lokal asli….maka lewat Tew-Thong Farm di Chieng Mai sono mereka ingin menjadikan mangga golek Bangkok atau Nangklangwan jadi andalan ekspor. Bukan lagi cuma jago kandang tok. Eeee….kita di sini masih teriak ‘selamatkan buah lokal!’, bukannya dimuliakan/ diperbaiki. Mangga Nangklangwan yang bisa dimakan muda atau manenda ini jangan ditanya kalo dah matang….mak Nyuss……dengan daging buahnya yg tebel sangat lembut terasa bertepung kayak mangga Indramayu dan bentuknya yang memanjang lebih gendut dibanding golek India sekalipun. Sehingga yang diperlukan untuk menyempurnakannya adalah warna kulit buah yang harus menarik dan aroma yang merangsang yang disukai pasar luar negeri. Alhamdulillah, sempat melirik ke mangga Gedong Gincu kita. Namun pilihan pun akhirnya jatuh pada mangga-mangga Amerika yang jelas keturunannya….hehhee….

Hasilnya didapatkan mangga Mahachanok yang menghebohkan dunia! Bahkan Raja Bhumipol Adulyadej sendiri yang memberinama Mahachanok (Bapak Yang Agung) dan sempat beberapa waktu hanya menjadi koleksi kerajaan saja saking eunaknya. Mangga Nam Dok Mai yang terkenal saat itu dengan manis polosnyapun dilibas. Sayang ketertutupan Thailand dalam menjaga rahasia silangan membuat spekulasi beredar tentang mangga-mangga apa yang akhirnya jadi pasangan Nangklangwan? Banyak gossip….hehhhee….kayak selebritis aja. Sempat terdengar selentingan mangga Mexican. Baru setelah Mahachanok mampu menembus dan merajai pasar Jepang……..eh orang-orang Amrik ikut2an penasaran dan melakukan semdiri test DNA, hasilnya mangga Sunset yang berwarna merah golden dipastikan menjadi salah satunya. Padahal mangga Sunset adalah hibrida hasil silangan dari mangga Haden dan kultivar Amini. Tak ayal mangga Sunset dan Haden pun kembali turut terdongkrak pasarnya….wooow…..luar biasa efeknya!

Apa sich istimewanya mangga Mahachanok ini yang membuat geger??? Yaitu pada keseimbangan sempurna antara rasa manis, mentega, asam, rasa lezat, tak ada serat, aroma harum yang kuat, dan daya tarik keseluruhan.. Profil rasa yang sangat kompleks. Ini membuat orang ketagihan. Dimana bentuk buah memanjang dan warna kulitnya yang bak pelangi berubah dari hijau ke warna kuning-oranye, ungu dan merah saat matang…..sensaisional cantiknya. Dan menurut saya, rasa mangga Mahachanok seperti durian Musangking yang bergulung2 rasanya, dimana rasa masam segarnya terletak di tengah. Banyak yang menyebutnya sebagai rasa Surgawi, yang akan muncul saat buah sudah matang, pada gigitan pertama rasa manis madu daging buah yang mencapai 18 briks ini (disertai semerbak aroma buah yang harum} akan terasa mencair pada lidah yang perlahan akan memunculkan rasa agak asam dan secara ajaib akan berubah memuncratkan kembali rasa manis nis pada kunyahan berikutnya yang nendang menjelang dan saat ditelan. Oh bener-bener nikmat Surga……cleguk….woalah, biyunggg…..enak tenan!

DURIAN “NINGRAT” SUNAN

DURIAN SPESIAL UNTUK SUNAN SOLO, YANG BERASA BAK ICE CREAM

Pas jam 12 malam ngluarin status lagi, tentang legenda durian ningrat yang eunak bin enaakkk banget. Masak gara2 ngasih usulan ….eh dikeluarin dri sebuah komunitas durian, padahal beberapa perbincangan durian mereka yang dianggap kontroversial dan jadi perdebatan berlarut2 sering saya deskripsikan di sini.…..
Nah, rasa2nya saya masih nyisakan pr yang sayang banget jugak kalo nggak segera dibikin status, bisa lenyap berlembar2 hasil wawancara……namun sayangnya jugak saya sekarang nggak bisa akses lagi ke sana. Lupa2 inget. Yaitu tentang pernyataan berani salah satu membernya bahwa: durian Sunan lebih enak daripada durian Musangking, Malaysia. Ckkkckkk……benar ke??? Bahkan pernyataan ini mendapat dukungan maestro durian pak Panca Jarot Santoso.

sunan
Pemahaman lebih lanjut durian ini ternyata membawa saya ke daerah asalnya yaitu Boyolali, daerah istri saya jugak. Durian yang penuh mistis, filosofi dan pantangan. Maksudnya dengan memahami filosofi masyaratnya…..ternyata kita jadi tahu seberapa nikmatnya durian yang digembar-gemborkan tertua di tanah Jawa ini.
Tidak cuma bisa bilang enak thok, lebih dari itu!
Soalnys Boyolali itu selain gudangnya susu, abon, buah pepaya, juga terkenal kuliner sotonya yang khas. Jangan bilang sudah ke Boyolali lho kalo belum makan sotonya yg berreret2 sepanjang kota.
Padahal saya sendiri trus terang dari dulu nggak suka makan soto, bingung saya dimana enaknya……tapi sejak dikenalkan oleh istri cara elegan makan Soto Boyolali, saya jadi ketagihan. ….hehhhee…..Soto itu dibuat dengan kuah yg kekentalannya saat disruput trasa gurih banget, jlas dimasak dengan kayu bakar yang lama untuk mendapatkan kuah yg heboh gini dan disajikan cuma dalam mangkok kecil. Tpi dijamin Anda bakalan nambah dan nambah.
Nah demikian pula durian Sunan, nggak besar jugak tapi saking istimewa kelezatannya maka menjadi sakral, meski berbuah buanyak bisa nyampek lebih dari 800 butir per pohon, nggak sembarang orang dulu brani makan durian yang hanya dipersembahkan dan dinikmati terbatas untuk keluarga kerajaan Sunan Solo Hadiningrat…… tanpa dijaga, orang dah takut: ora ilok pokoke….
Seberapa enaknya sih?? Seorang pelanggan saya yang merupakan eksekutif di pabrik Garment dan punya kebun durian Sunan di Ungaran bercerita, suatu kali dia kedatangan seorang maniak durian kawakan yang dah lama nyari2 keberadaan durian Sunan….eh pas disuruh nyicipin…..kok nggak berapa lama teler jugak, padahal baru separuh menikmati durian Sunan miliknya…kejap-kejap….nggak nahan nikmatnya, katanya……hehhee…
Dan ini membuktikan jugak durian sunan tidak bersifat lokalitas…ditanam di mana aja, tidak berubah rasa …….meski Boyolali beriklim kering, seorang pekebun di Bogor pun mengamini itu…..dan kerennya lagi tahan terhadap hama dan penyakit yang merupakan momok menakutkan para pekebun durian yaitu busuk akar dan penggerek buah….
Kok bisa ya, mengherankan? Ini jlas durian sakti kali…..hehhhee….wong kulitnya tipis……kok daya simpan lama dan nggak tembus penggerek buah y…..sip!
Durian unggulan nasional ini seakan dibuat special untk dimakan satu orang, beda dengan Monthong yang perlu teman untuk menghabiskannya. kayak soto Boyolali tadi lah, kalo kurang tinggal nambah…..begitu nikmat…..daging buahnya yang berwarna krem justru tampak lain dari pada yang lain, dagingnya pun terasa begitu keset berlemak pas banget ketika dimakan lembut karena seratnya yang halus seperti menuh-menuhin rongga mulut kita….rasa manis bercampur sedikit pahit diakhir seperti muncrat pelan2 namun terus menerus kita rasakan karna dagingnya sangat tebal dan cenderung berbiji kecil. Paling cuma beberapa biji aja yang sempurna. Lainnya kecil tapi bukan kopek. Jadi bukan cuma seperti ice creamnya Musangking……ini kayak ada topingannya…..ada sesuatu yang lebih namun nggak brani saya omongin. Hasrat kelaki-lakian yang seperti terpancing. Yang jlas saya jadi paham sekarang, knapa ada pantangan dalam memakan durian keramat ini: “Jika Anda ingin makan durian ini bersamaan dengan durian lain, ANDA DILARANG MAKAN DURIAN SUNAN DULU!” Karna bila Anda tetep aja ngotot makan durian Sunan dulu, maka durian lain akan nggak berasa durian lagi……weleh weleh…….….
Xiiixiii……
jadi terbukti lebih enakkan????!

 

Ready Stock:
Bibit buah Durian Sunan

 

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 84 pengikut lainnya.