JERUK KEPROK GARUT

AROMA JERUK GARUT BIKIN NGILER!!!

jeruk garut mas Doyo2

Gara2 begitu hebohnya berita tentang Aceng Fikri, membuat nama Garut langsung melejit, termasuk Jeruk Keproknya. Jeruk yang pernah berjaya sebelum tahun 90-an shg masuk dalam deretan jeruk keprok terbaik di negeri ini, tlah dihajar habis2an oleh bencana letusan gunung Galunggung dan serangan penyakit CVPD yang parah. Puluhan tahun tak juga kembali bangkit, namun kasus Kang Aceng mendadak menyadarkan kita, ada emas tersembunyi di Garut. Perlahan tapi pasti, jeruk Keprok Garutpun mulai dikenal lagi, apalagi ternyata bibitnya sudah bebas dari momok menakutkan CVPD itu. Kok CVPD lagi, makhluk apa sih itu???

Saya begitu ngeri melihat sendiri dahsyatnya akibat wabah CVPD (HIV/ AIDS-nya jeruk), ketika mengirim bibit2 buah ke pelanggan saya: mas Wardoyo Gonzalez di desa Girirejo (deket Wisata Kopeng). Sepanjang jalan yg saya lalui saat masuk desa yg dulu gudangnya jeruk itu, ternyata masih menyisakan pohon2 jeruk Keprok lokal meranggas yg kurus tegak berdiri dengan sedikit buah, namun batang pokoknya dipenuhi lendir2 yg menjijikkan. Ibaratnya mati segan, hidup pun tak mau. Nah, pelanggan saya ini rupanya tak putus asa, dia nekad nyoba mengebunkan Jeruk Keprok Garut di sawahnya, jauh dri wilayah epidemic, hasilnya luar biasa. Dia pun menikmati hasil panen jeruknya yg manis menyegarkan itu……
Lihatlah kebahagiaan yg terpancar di wajah anak dan istrinya!

WARNING!!! Tapi jangan coba2 ya sembarangan makan buah Jeruk Garut ini di tempat umum, karna saat Anda buka…..wangi segarnya bikin orang di seluruh ruangan menengok ke Anda dengan air liur mentes….. mulut menganga…….hehhee…….kabuurrr…
Aroma wangi khas Jeruk Garut memang bikin orang lapeeeerr…..
Apalagi ketika dibuka…..
daging buahnya berwarna kuning kemerahan…..
Wuih, bikin tak sabar langsung lep…..
dan rasanya yg sangat manis namun menyegarkan
bener2 memanjakan lidah kita pada tiap bulirnya
topnya lagi
tanpa rasa pahit sedikitpun
soalnya daging buahnya mudah banget terlepas dri kulit arinya
keren kan!
dan saking melegendanya jugak,
jeruk satu ini bisa menyembuhkan beberapa penyakit seperti demam
dan yang woooow….
bisa bikin anak2 kita jadi pintar!!!

Namun kalo saat ini Anda makan jeruk Garut
dan tidak seheboh crita saya di atas
trus dapetnya murah jugak
(soalnya per kilonya Jeruk Garut bisa nyampek Rp 30.000,-)
bisa dipastikan nggak ASLI jeruk Garutnya sampeyan
pingin yg asli???
tanem bibitnya aja, dijamin asliii lho……
dijamin MANISSS!!!
Mak Yess…..

JERUK NIPIS JUMBO

GEDENYA WOOOWW!

Terkadang jengkel, kalo meres jeruk nipis untuk obat anak kita yang batuk ternyata airnya cuma sedikit! Namun sekarang hal itu tak akan terjadi lagi, karena sudah tersedia jeruk nipis jumbo yang woowww gedenya!!!!

Foto: Terkadang jengkel, kalo meres jeruk nipis untuk obat anak kita yang batuk ternyata airnya cuma sedikit! Namun sekarang hal itu tak akan terjadi lagi, karena sudah tersedia jeruk nipis jumbo yang woowww gedenya!!!!
READY STOCK:
Bibit buah Jeruk Nipis Jumbo

JERUK SANTANG

SI KECIL MANIS SEUGEEERR!!!

Pingin terpuaskan hobi cicip2 (nyoba) sebelum beli buah, cobalah beli jeruk Santang. Dijamin kenyang, soalnya penjualnyapun nggak akan tahu mana yg manis. Jeruk imut ini memang punya rasa yg bervariasa; dari yang manis banget, sampai masam juicy. Selain warnanya yang kuning, itulah istimewanya sehingga dicari orang. Nah, kalo skarang muncul jeruk Santang Madu yang sragam manis, apalagi warnanya hijau tua, menurut saya kok bukan jeruk Santang asli….soalnya nggak bisa cicip2 lagi deh! Wkkkwkkkk…….

JERUK KEPROK FRIMONG

THE REAL ORANGE IS FRIMONG

Dalam Hadist, Rasulullah pun bersabda, “Permisalan seorang mukmin yang membaca Al-Qur’an ialah seperti buah jeruk, rasanya manis dan aromanya harum” (HR. Bukhari 8/59 dan Muslim (797)). Meski cuma menjadi permisalan, namun pujian Rasulullah pada utruj (jeruk) menjadikan ‘jeruk’ perlambang skaligus antara rasa dan aroma. Tak heran bila bibit buah jeruk termasuk dalam deretan bibit terlaris yang permintaannya tinggi, malahan bibit jeruk ‘Frimong’ hanya dikalahkan oleh bibit mangga thok. Terus apa sih istimewanya?? Bayangkan, Jeruk Frimong yg terkenal adaptif ini bisa berbuah sepanjang tahun tanpa kenal musim. Bunganya aja susul menyusul. Dan lihat lah tampilannya di foto (bawah), meski blum matang sudah mengemaskan, apalagi saat matang berwarna kuning menarik semburat jingga merata (foto poamoho). Bila dibuka….ohhhh….tak tahan aroma yg mengumbar harum jeruk segar yg bulir2nya duh rasanya jlas maniiis nis!! Trasa mak yessss……….

JERUK BALI MADU

Tanpa Rasa Pahit

Kalo inget jeruk Bali, saya sering inget waktu kecil ketika buat kapal-kapalan dr Jeruk Bali, waktu itu sayalah ahlinya. Saya tahu bagaimana menyambung dengan kuat antara bagian satu dengan yang lain.

Tapi sekarang boro2 bisa. Kalo kita kupas pakai tangan aja mudah sobek karna tipisnya. Dengan demikian rasa pahit yang …biasa medominasi Jeruk Bali (kalo tebal banyak kulit yang menempel) hampir2 tidak ada di Jeruk Besar ini. Pantaslah kalo pakai nama ‘madu’: tanpa rasa masam/kecut, betul2 manis dengan warna merah yang menggairahkan.

Daya tahan yg tinggi pada daerah kering (dataran rendah) dan penyakit CVPD, layaklah bila Jeruk ini diacungi jempol tinggi2!

Untuk pecinta tabulampot, saya menyediakan bibit cangkokan dgn harga murah meriah dan tentunya bisa cepat berbuah.

Sumber: buahbuahimpian. facebook

PAMELO

Jeruk Bali yang Berganti Nama


Jeruk besar, atau pamelo (bahasa Inggris: pomelo, ilmiah: Citrus grandis, C. maxima) merupakan jeruk penghasil buah terbesar. Nama “pamelo” sekarang disarankan oleh Departemen Pertanian karena jeruk ini tidak ada kaitannya dengan Bali. Jeruk ini termasuk jenis yang mampu beradaptasi dengan baik pada daerah kering dan relatif tahan penyakit, terutama CVPD yang pernah menghancurkan pertanaman jeruk di Indonesia.

Beberapa jenis jeruk bali adalah Nambangan, Srinyonya, Magetan, Madu/Bageng (tanpa biji). Tiga kultivar yang pertama ditanam di sentra produksi jeruk bali di daerah Kabupaten Magetan dan Kabupaten Madiun, sedangkan yang terakhir ditanam di daerah Bageng, Kabupaten Pati, semua di Pulau jawa, bukan di Bali.

Perbanyakan dapat dilakukan dengan biji (tidak dianjurkan untuk budidaya) atau dengan pencangkokan.

Sumber negerihamesha.blogspot.com